1st Anniversary Kopites Ciledug
Minggu, 1 Juni 2014 at Ciledug Mas
Catatan Rekor Terpecahkan Liverpool Musim 2013/14
Berikut adalah 45 rekor yang berhasil dicatat oleh skuad The Reds di musim 2013-14 ini.
Saat kontra Stoke City di laga pembuka musim, Simon Mignolet menjadi kipper pertama Liverpool yang mampu menggagalkan penalti di laga debutnya.
Liverpool memenangkan tiga laga awal musim berturut-turut untuk pertama kalinya sejak musim 1994-95.
Mignolet menjadi kipper ketiga dalam sejarah Liverpool yang mampu konsisten clean-sheet dalam tiga penampilan pertamanya bersama Liverpool.
Musim ini menjadi kala pertamanya dalam sejarah dimana sebuah tim mampu memenangkan tiga laga pembuka berturut-turut dengan skor 1 – 0 yang dicetak oleh pemain yang sama (dalam hal ini adalah Daniel Sturridge).
Sturridge menjadi pemain keempat dalam sejarah Liverpool yang mencetak gol dalam empat laga pembuka berturut-turut dalam semusim dan menjadi yang pertama sejak era John Aldridge pada 1987.
Saat kontra Crystal Palace pada Oktober lalu, Steven Gerrard menjadi pemain Liverpool pertama yang mencetak gol dalam 15 laga berturut-turut.
Saat tandang ke Newcastle, Gerrard menjadi pemain ke-12 yang mencetak 100 gol untuk The Reds.
Saat menjamu West Bromwich Albion, Sturridge menjadi pemain kedua Liverpool yang mampu mencetak gol dalam delapan dari sembilan laga awal musim.
Saat kontra Norwich pada Desember lalu, Luis Suarez menjadi pemain Liverpool pertama yang mampu mencetak tiga hat-tricks melawan tim yang sama.
Catatan Suarez tersebut juga memecahkan rekor Liga Inggris untuk catatan serupa.
Kontra West Ham United pada Desember lalu, Liverpool untuk ketujuh kalinya dalam sejarah klub mampu mencatatkan minimal empat gol dalam empat laga kandang berturut-turut dan menjadi yang pertama sejak 1980.
Catatan kemenangan terbesar Liverpool musim ini adalah kontra Tottenham 5 – 0.
Saat kontra Cardiff, Suarez menjadi pemain Liverpool pertama yang mencetak minimal dua gol dalam lima laga kandang berturut-turut.
Suarez menjadi pemain Liverpool pertama sejak Robbie Fowler di musim 1994-95 yang mencetak 20 gol liga dalam dua musim berturut-turut.
Suarez meraih angka 20 gol liga tercepat diantara pemain Liga Inggris dari tim mana pun, yaitu dalam 15 laga.
Liverpool mencatatkan kemenangan derby kandang terbesarnya sejak 1972, yaitu menundukkan Everton 4 – 0.
Saat bertandang ke Fulham, Sturridge telah menyamai rekor klub dengan mencetak gol dalam delapan laganya berturut-turut di semua kompetisi – menyamai Dick Forshaw pada 1924-25 dan Aldridge pada 1988-89.
Gerrard telah mencetak gol liga kontra Manchester United untuk yang kedelepan kalinya dan menyamai rekor Forshaw.
Suarez menjadi pemain Liverpool pertama yang mencetak hat-trick ke gawang Cardiff.
Liverpool mencetak 150 gol liga dibawah kepelatihan Brendan Rodgers (dalam laga ke-68) lebih cepat dari manajer mana pun yang pernah mengarsiteki Liverpoool.
The Reds memiliki dua pemain yang mencetak lebih dari 20 gol dalam semusim – pertama kalinya sejak 1963-64.
Sturridge mencatatkan 30 gol liga untuk Liverpool dalam 37 laga – lebih cepat dari pemain manapun dalam kurun waktu 118 tahun.
Liverpool mencatat rekor Luga Inggris baru dengan mencetak minimal empat gol dalam satu laga sebanyak 11 kali. Rekor sebelumnya dipegang oleh Manchester United dengan 10 laga.
Gerrard menyamai rekor Jan Molby yang berhasil mengeksekusi 42 penalti untuk Liverpool.
Liverpool mencetak lebih dari 50 gol liga di Anfield untuk pertama kalinya sejak 1985-86 dengan 53 gol.
Liverpool mencetak 101 gol liga musim ini – rekor bagi klub sejak terciptanya 106 gol pada 1895-69.
Liverpool gagal mencetak gol hanya dalam tiga laga – paling minim dalam liga sejak 1957-58.
Liverpool menyamai rekor klub sendiri dengan memenangkan 11 laga berturut-turut dalam satu musim – sebelumnya pada tahun 1982.
Liverpool menyamai rekor klub dengan konsisten mencetak gol dalam 25 laga di Liga Inggris.
Who First William Barclay atau John McKenna ???
Siapa manager pertama Liverpool FC? Kali ini saya mencoba untuk membuka diskusi tentang siapa diantara William Barclay atau John McKenna yang lebih dulu menjadi manager Liverpool FC? Atau keduanya bekerja bersama-sama sebagai manager dalam rentang waktu yang sama? Dari banyak artikel yang saya cari, hasilnya sangat beragam, ada yang menyebutkan John McKenna sebagai manager pertama Liverpool FC, ada pula yang yang menyebut William Barclay sebagai yang pertama. Dari Wikipedia sendiri, mereka menempatkan kedua orang itu sebagai yang pertama atau mereka berdua menjabat sebagai manager pada rentang waktu yang sama. Lebih detail, sumber dari wikipedia menyebutkan, Barclay mengurusi administrasi klub dan McKenna mengurusi situasi di lapangan. Dalam situs resmi Liverpool FC, tertulis Barclay berada diatas McKenna walau penandaan tahun jabatannya sama yaitu 1892-1896. Sepertinya situs Official Liverpool FC sendiri sangat berhati-hati dengan hal ini, mereka menulis Barclay sebagai Sekretaris Manager dan McKenna sebagai Pelatih Manager. Entah bagaimana pembagian tugas ini, namun bila merunut dari sumber resmi klub yang mengatakan McKenna sebagai "Pelatih Manager" seharusnya McKenna lah yang tertera sebagai manager pertama Liverpool FC. Hal ini jelas pada masa sekarang bagaimana tugas manager pada sepakbola saat ini.
Tapi mengapa rilis resmi dari Liverpool FC sendiri menempatkan Barclay dan McKenna pada tempat yang sama, dengan rekor pertandingan yang sama, dan masa jabatan yang sama? Barclay memang turut andil besar terhadap terbentuknya sebuah tim, namun bila McKenna yang menjabat sebagai "Pelatih Manager", dan mengurusi kepelatihan dan lapangan, tentu rekor pertandingan itu lebih pas bila hanya disematkan pada McKenna. Ya tetapi apapun itu, masalah ini sangat jauh dari masa sekarang, dan masa itu sangat terbatas bagaimana sumber dapat bertahan setelah melewati beberapa masalah seperti perang. Tulisan ini bukan untuk menegaskan tentang siapa yang pertama atau lebih berhak atas gelar "first manager" Liverpool FC. Namun alangkah baiknya bila kita mencoba mengkaji dan saling berbagi informasi tentang klub yang kita cintai ini.
Data & Fakta
Yang pertama kita mencermati tentang Barclay, berikut saya lampirkan gambar susunan direksi diawal terbentuknya Liverpool FC.
Dari salinan diatas, tertulis William Barclay sebagai sekretaris, dan McKenna hanya sebagai direksi klub. Dari tulisan sebelumnya di awal paragraf, Barclay dan McKenna menjabat sebagai sekretaris, ya karena pada salinan gambar susunan direksi diatas tak ada satupun yang menempati jabatan sebagai manager. Hal yang mungkin terjadi adalah, pemahaman tentang jabatan "sekretaris" pada sebuah klub pada masa lampau. Bisa jadi jabatan "sekretaris" itu yang dimaksud dengan "manager" pada sepakbola jaman sekarang, bila hal itu benar, maka William Barclay lah manager pertama Liverpool FC. Berikut saya lampirkan lagi salinan dari Football League Rule Handbook of 1893-1894.
Dalam, salinan yang memberikan daftar sekretaris semua klub peserta, tertera nama William Barclay sebagai perwakilan klub. Gambar diatas merupakan bukti bila Barclay adalah sekretaris/manager pertama Liverpool FC. Atau apabila memang masih kurang setuju, kita dapat menyebutnya, Barclay mempunyai andil lebih besar terhadap klub ketimbang McKenna saat itu, ini jelas karena Barclay mewakili Liverpool FC dalam salinan itu.
Berikutnya, kita akan melihat dimanakah letak nama John McKenna, berikut gambar salinan yang lain pada tahun 1895-1896.
Pada tahun 1895-1896 nama John McKenna tertera sebagai perwakilan Liverpool FC. Mungkin kalian bertanya, dari mana saya tau gambar diatas adalah salinan tahun 1895-1896? Di barisan bawah tertera perwakilan dari Manchester City atas nama Sam Ormerod, kalian bisa browsing dan akan menemukan benar bila Sam Ormerod adalah perwakilan Manchester City pada tahun 1895-1896. Dan dalam data yang saya temui (wikipedia) menulis Sam Ormerod sebagai manager Manchester City pada era 1895-1902. Bila benar apa yang dimaksud dengan sekretaris disalinan pada gambar diatas adalah manager, maka jelas sudah bila Barclay lah manager pertama Liverpool FC. Tapi mereka bekerja sebagai sebuah kesatuan dan tak dapat dipisahkan. Baiklah bila kita berpikir seperti itu, tapi yang perlu diingat, dalam kasus ini, dan dalam sepakbola kita mengenal yang namanya "pelatih kepala". Mungkin Barclay dan McKenna bekerja bersama, namun dengan ditunjuknya Barclay sebagai perwakilan Liverpool FC, paling tidak Barclay lebih berhak untuk menyandang sebagai "pelatih kepala" pada saat itu. Dan bila kita ambil data dari salinan diatas, John McKenna menjabat sebagai manager Liverpool FC hanya pada musim 1895-1896 sebelum akhirnya di gantikan oleh Tom Watson.
Bagaimana Kop? Setuju atau kalian punya analisis sendiri?
Author : The Readscratch / @TheRedscratch /
Sumber: wikipedia, liverpoolfc.com, kjellhansen.com, dan berbagai sumber
Jon-Paul Gilhooley, Salah Satu Fans Terbaik LFC Dalam Tragedi Hillsborough
Justice For The 96, yap, kalimat ini sangat familiar sekali bagi fans Liverpool FC. Banner dan bendera dengan tulisan serupa sering kita temui setiap kali Liverpool FC bertanding. Sebuah tragedi yang akan selalu dikenang. Sebuah tragedi yang memakan begitu banyak korban dalam ranah persepakbolaan dunia, dan Inggris khususnya. Saya tak akan mengulas bagaimana tragedi ini terjadi, atau membeberkan bagaimana akhirnya kebenaran tentang tragedi ini terkuak. Kebenaran telah terungkap dengan banyaknya fakta yang sebelumnya disembunyikan. Namun kepedihan kami (Fan Liverpool FC) akan terus terkenang untuk mengingat mereka yang meninggal dalam tragedi ini. JUSTICE FOR THE 96....
Will, sebuah nama sekaligus judul sebuah film yang mendokumentasikan perjuangan seorang bocah yang melakukan perjalanan panjang ke Istanbul untuk meraih impiannya menyaksikan final Liga Champion antara Liverpool vs Milan. Perjuangan Will sangat berat untuk dapat mencapai impiannya, dimana dia harus beberapa menemukan penghalang, tiket palsu, korban pencurian hingga tak mempunyai uang untuk membeli tiket. Tapi itu hanya sebuah film, dan tentu saja itu bukan hal yang benar terjadi. Bila Will adalah inspirasi fiktif kecintaan fans terhadap Liverpool FC, maka Jon-Paul adalah fakta nyata kecintaan seorang bocah terhadap Liverpool FC.
Joh-Paul, salah satu korban dalam tragedi Hillsborough, seorang bocah dan salah satu fans terbaik milik Liverpool FC. Seorang bocah yang kala itu masih berumur 10 tahun, harus meninggal dalam tragedi Hillsborough. Joh-Paul Gilhooley, adalah sepupu dari legenda Liverpool FC, Steven Gerrard. Joh-Paul yang mendapat tiket di menit-menit akhir pertandingan justru harus menjadi korban dalam tragedi ini. Joh-Paul kecil adalah seorang Kopites sejati, dia senang berada di Anfield kala Liverpool FC bertanding, namun semi final FA adalah sebuah kebanggaan, hadir menyaksikan pahlawan Anfield bertanding adalah sebuah kebanggaan seorang Jon-Paul. Namun apa yang setelahnya terjadi adalah kesedihan, Jon-Paul tak pernah pulang kerumah paska tragedi Hillsborough.
Sebelumnya Joh-Paul sempat kecewa karena tak dapat menyaksikan Liverpool FC bertanding di semifinal melawan Sheffield, sebagai gantinya Joh-Paul dibawa untuk pergi berenang, namun kemudian ibu Jon-Paul mengabarkan bahwa dia mendapatkan tiket untuk ke pertandingan itu. Dan akhirnya Jon-Paul pergi ke pertandingan itu hingga akhirnya tak kembali lagi. 15 April 1989, sebuah luka bagi Liverpool FC secara umum, tragedi ini menjadi sebuah mimpi buruk bagi keluarga besar Steven Gerrard, Jon-Paul Gilhooley yang tak lain adalah sepupu Gerrard meninggal dalam tragedi itu. Dalam satu tulisan di biografinya, Steven Gerrard menuturkan salah satu alasan Gerrard ingin menjadi seorang pemain sepakbola adalah karena Jon-Paul. Steven Gerrard berkata, "Aku bermain untuk Jon-Paul". Dan kini kau telah membuat nya bangga kapt!!
Jon-Paul bukanlah satu-satunya korban, namun dia menjadi yang paling muda diantara semua korban. Jon-Paul mungkin juga bukanlah yang paling sering terlihat di Anfield, namun apa yang telah terjadi jelas membuka mata kita betapa pentingnya Liverpool FC bagi seorang Jon-Paul. Setelah lama para keluarga korban menderita atas tragedi yang memilukan itu, tudingan terhadap kami sebagai biang dari semua ini adalah hal terberat. Namun kini semua jelas, semua telah terkuak, dan keadilan yang para keluarga korban perjuangkan telah menemui titik terang. Kesalahan aparat dan panitia pelaksana yang tak dapat mengantisipasi membludaknya penonton menjadi penyebab utama.Selamat jalan Jon-Paul Gilhooley, kami akan selalu mengenang mu sebagai sebuah inspirasi nyata kecintaan fans terhadap klub yang didukungnya.
Author : TheRedscratch
Gerrard Pantas Meraih Juara
Jangan bosan membicarakan Steven Gerrard karena dia bintang paling terang dalam laga kemarin malam. Masih yang terbesar di Liverpool era Premier League. Aji Wibowo menuliskan untuk Anda...
Apa yang Anda rasakan saat melihat Steven Gerrard menangis, tak kuasa membendung air mata sesaat setelah peluit panjang dibunyikan oleh Mark Clattenburg pada laga malam lalu? Sebuah pemandangan langka dan menyentuh, mengingat sosok ini bisa nyaris tanpa emosi mengeksekusi penalti kemenangan di menit-menit tambahan waktu di Craven Cottage, sanggup dengan dingin mengeksekusi tiga penalti, dua di antaranya berhasil, di bawah tekanan Old Trafford, dan beberapa penalti menentukan lainnya seperti brace penalti di Boleyn Ground dua pekan lalu.
Sepanjang karirnya dalam jatuh bangunnya Liverpool, tak cukup sering ada momen emosional seperti itu. Atau justru tidak ada? Setidaknya sore itu menjadi salah satu sore terpenting dalam hidup Stevie G.
Bulan lalu, Gerrard baru saja meraih penghargaan Player of the Month untuk keenam kali sepanjang karirnya. Tapi saat ini adalah musim ke-16 baginya dan pada kolom bagian raihan trofi masih saja kosong. Tidak adil untuk seorang yang telah tampil 471 kali, mencetak 111 gol, dan mencatatkan 452 asis di ajang Premier League ini.
Captain Fantastic ini jelas lebih dari pantas untuk mendapatkan gelar juara Premier League. Rekannya, Daniel Sturridge sendiri yang mengatakan dengan tegas: ‘Jika ada pemain yang pantas mengakhiri karirnya dengan kalungan medali juara Premier League dan Piala Dunia, Steven Gerrard orangnya.”
Kapasitas dan kebintangannya menjulang. Secara skill tak perlu diragukan karena begitu banyak momen-momen ajaib yang tercipta karena ketinggian kemampuan tehnik sepakbolanya. Dia bintang yang membuat para pemain di sekelilingnya berkembang, meningkatkan tim secara keseluruhan. Tentu kita tidak lupa pernyataan Zinedine Zidane, pada pertengahan Maret 2009, tentang kapten timnas Inggris ini. “Dia mungkin tidak memeroleh perhatian layaknya (Lionel) Messi dan (Cristiano) Ronaldo, tapi iya, saya pikir dia juga pemain terbaik dunia. ” Dia sosok terhormat dalam jagat sepakbola dunia.
Layaknya para pemain terbaik dunia, dia juga merengkuh Si Kuping Besar, trofi Liga Champions. Yang didapatkannya dengan cara yang hebat, melalui final dramatis di Istanbul, laga yang dilabeli dengan “the best come back ever” diinisiasi dari golnya pada menit 54. Setahun berselang, inspirasinya kembali mencuat pada final Piala FA.
Kurang mentereng apa catatan prestasinya dari segi statistik? Tampil 665 laga dengan 173 gol, Stevie G mengumpulkan 11 trofi. Untuk timnas Inggris, 109 laga sudah dilakoni, 21 gol sudah disumbangkan. Bahkan ban kapten Three Lions sudah secara reguler melilit di lengannya sejak tahun 2010.
Tapi yang diberikan Gerrard tidak hanya yang tercatat dalam statistik penampilan seperti di atas. Jika kita melihat dia berurai air mata, lalu dengan lantang mengingatkan dan membakar semangat kepada rekan-rekannya yang berada dalam lingkaran rangkulannya, juga secara emosional meminta para suporter untuk terus bernyanyi. Pria ini tak hanya memberikan kemampuan teknis dan non-teknis sepakbolanya, pria ini memberikan jiwa dan raganya untuk Liverpool, dia memberikan segalanya untuk klub dan pendukungnya.
Pada tanggal 11 Mei nanti, apakah keadilan itu akan tegak? Untuk pemain dengan skill sebagus itu, dengan inspirasi dan karisma kepemimpinan yang luar biasa besar, dengan kesetiaannya menanggung beban tim nyaris sendirian. Untuk pria yang memilih menjadi pesepakbola karena Jon-Paul Gilhooley, sepupunya yang meninggal pada Tragedi Hillsborough 25 tahun yang lalu.
Justice for Gerrard!
Penulis: Aji Wibowo






